
























sumber: http://masih-berharap.blogspot.com/2010/03/heboh-penjaga-warnet-online-bugil-di.html
penjaga warnet temani pengunjung sambil bugil
Posted in Uncategorized | Comments (0)
mahasiswa cambridge jadi presenter telanjang
Mahasiswa Cambridge University menjadi Presenter TV Sambil Telanjang Bugil. Telanjang di channel 10: Mahasiswa Cambridge University membacakan berita lelucon humor sambil bertelanjang bugil. Ini semua hanya tentang Mahasiswa Cambridge University dan menanggalkan pakaian sampai telanjang bugil ?

‘Barers’ of bad news: The duo report on Cheryl Cole during the Naked News broadcast on Cambridge University TV
Setelah terjadinya gejolak di masyarakat atas peluncuran majalah online Page 3 girl di universitas bergengsi tersebut, tiba tiba muncul lagi sepasang mahasiswa telanjang menjadi pembaca berita TV yang membuat kita mengkerutkan alis. Seb Dunnett, 20, dan Jane Doe, 21 tahun, mereka berdua menanggalkan pakaian sampai telanjang untuk membaca buletin universitas di saluran TV online baru. Berita Telanjang bugil ini disiarkan di Universitas Cambridge TV minggu ini, dan mendapat sambutan hangat dengan angka meroket melejit.

The video starts with Cambridge students ‘John’ and ‘Jane’ standing by a sign for the City of Cambridge
Dalam klip tiga menit direkam pada hari Rabu, kedua presenter terlihat bersepeda di jalan-jalan kota yang sempit hanya ditutupi oleh jubah hitam. Mereka kemudian membuka pakaian, Mr Dunnett (yang mempelajari IPA di Homerton College) hanya memakai sepasang kacamata berbingkai kawat. demikianb juga dengan co-presenter perempuan (juga seorang mahasiswa IPA) melakukan hal yang sama.
Setelah acara pembukaan, John dan Jane, membaca berita utama mulai dari topik Varsity rugby sampai ke gosip selebriti. ‘Jane’ mengatakan acara itu dimaksudkan untuk mengolok-olok siswa di Cambridge yang ‘menganggap diri mereka terlalu serius’. Cambridgeshire polisi mengatakan mereka tidak akan menghentikan siswa telanjang, tetapi memperingatkan mereka akan bertindak jika ada anggota masyarakat mengeluh.
Seorang juru bicara Universitas Cambridge menolak memberikan komentar akan hal ini..

Just like other students at the university they cycle around the narrow city street – except without clothes

The students strip off entirely in front of the Corpus Christi clock, unveiled in 2008 by Stephen Hawking
sumber: http://kangboed.wordpress.com/2010/03/06/gila-mahasiswa-cambridge-university-jadi-presenter-tv-telanjang-bugil-xxx-hot-pictvideo/
Posted in Uncategorized | Comments (0)
Badai Matahari Serang Satelit, Sinyal Tetap Aman
Colorado – Fisikawan U.S Space Prediction Center, Colorado, Amerika Serikat, Doug Biesecker, menjelaskan meski menyerang satelit, badai matahari terbesar yang terjadi dalam enam tahun terakhir ini tak mempengaruhi teknologi dan satelit telekomunikasi. Menurut pendapat dia, kebanyakan masyarakat tidak merasakan dampaknya secara langsung.
“Tidak ada efek bagi sinyal telepon genggam dan Internet,” kata Biesecker. Ia menambahkan, bahwa sebelumnya, pada Minggu malam, 22 Januari 2012, muncul radiasi yang cukup signifikan akibat adanya badai matahari.
Biesecker mengatakan badai matahari tahun ini lebih besar dibanding dua badai besar yang pernah terjadi pada 1975 dan 2003. Badai ini menyebabkan gangguan sementara pada magnetosfer bumi sejak Selasa lalu. Magnetosfer adalah lapisan medan magnet yang menyelubungi Bumi untuk melindungi dari angin matahari.
Maskapai penerbangan seperti Delta dan United mengubah rute penerbangannya. Kedua maskapai itu terbang dengan ketinggian tertentu dan menjauhi Kutub Utara untuk menghindari radiasi badai matahari.
Dampak radiasi yang paling signifikan, menurut Biesecker, terjadi pada komunikasi dengan frekuensi yang tinggi. “Jaringan penerbangan militer dan angkatan laut serta jaringan komunikasi yang letaknya berdekatan dengan kutub paling banyak menerima dampak badai matahari,” ujarnya.
“Aktivitas masyarakat Kutub Selatan tidak terganggu oleh badai matahari, sebaliknya, penerbangan di Kutub Utara terpengaruh oleh radiasinya,” kata Biesecker. Ia juga menambahkan, baik di Kutub Utara maupun Selatanb mengalami gangguan jaringan satelit. Hal ini disebabkan satelit berada di ekuator yang letaknya sangat jauh dari kedua kutub.
Seluruh satelit di kutub yang digunakan untuk memprediksi cuaca terkena dampak radiasi. “Ini adalah dampak sementara dan tak berpengaruh terhadap telekomunikasi, termasuk televisi,” kata Biesecker.
Sama halnya dengan satelit penerbangan, Global Positioning System (GPS) juga tak mengalami gangguan yang berarti akibat badai matahari. “Masyarakat yang umumnya menggunakan GPS pada mobil hanya akan melihat adanya kesalahan kecil pada GPS mereka,” kata Biesecker.
Namun, bagi instansi atau masyarakat yang sedang melakukan survei dengan GPS perlu mencermati gangguan yang dialami. “Akurasi dalam survei sangat diperlukan sehingga para peneliti harus mewaspadai gangguan GPS,” Biesecker menambahkan.
Tags: Badai, Matahari, Satelit, Serang, Sinyal, Tetap
Posted in indonesia | Comments (0)
BMKG : badai matahari tak pengaruhi angin kencang
Angin kencang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah menjelaskan bahwa angin kencang yang terjadi pada minggu-minggu ini dan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Februari tidak dipengaruhi badai Matahari.
“Tidak ada kaitannya antara badai matahari dengan terjadinya angin kencang,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jateng Evi Luthfiati di Semarang, Kamis.
Evi mengatakan, BMKG tidak berkompeten untuk menyampaikan mengenai badai Matahari. Pihak yang tepat memberikan penjelasan adalah Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan).
BMKG, lanjut Evi hanya terkait dengan aktivitas cuaca pada lapisan atmosfer troposfer, sementara Matahari berada pada atmosfer Ionosfir.
Untuk angin kencang yang terjadi beberapa minggu ini, tambah Evi, adalah angin muson barat dan dirasakan paling kuat di daerah pantai utara (pantura) mulai dari Brebes, Semarang, hingga Rembang.
Evi mengatakan, di daerah pantai angin kencang juga berkorelasi terhadap tinggi gelombang sehingga nelayan diharapkan terus waspada.
“Untuk pantura tercatat tinggi gelombang dari 1,5 meter hingga 4,5 meter di bagian tengah, sementara di Selatan Pulau Jawa tinggi gelombang mencapai enam meter di bagian tengah,” katanya.
Angin muson barat disebabkan oleh banyaknya sel tekanan rendah di bagian Selatan Pulau Jawa. Apalagi pada Januari merupakan puncak musim penghujan sehingga angin kencang semakin meningkat karena dipicu sel tekanan rendah tersebut.
“Angin muson barat ini berbeda dengan angin puting beliung. Kalau angin puting beliung sifatnya lokal dan terjadi dalam waktu yang singkat lima sampai 10 menit,” katanya.
Sementara angin muson barat terjadi dengan cakupan wilayah yang luas sehingga dapat dirasakan warga Jateng bahkan juga mereka yang tinggal di Jakarta.
Durasi waktu terjadinya angin muson barat juga lama dan bisa kencang serta berkurang kecepatannya.
“Jika dilihat dari dampak angin muson barat dan angin puting beliung, sama-sama bisa merusak, sehingga masyarakat harus terus waspada,” katanya.
Pada tanggal 28 Januari, BMKG memprakirakan kecepatan angin muson barat akan berkurang karena sel tekanan rendah berkurang meskipun kemudian juga dapat berpotensi angin muson barat kembali terjadi hingga akhir Februari karena masih masuk musim hujan.
Tags: angin, Badai, kencang, Matahari, pengaruhi
Posted in indonesia | Comments (0)
Ada Badai Matahari, Perlukah Tabir Surya?
Stanford – Ledakan matahari membuat Bumi dihujani partikel energetik dan radiasi skala tinggi. Fenomena ini akan lebih sering terjadi dan memuncak pada tahun 2013.
Peramal cuaca dari South African Space Weather Office, Kobus Olckers, menganjurkan masyarakat untuk menghindari beraktivitas di luar ruangan selama badai terjadi. Sebab, peningkatan aktivitas matahari menghasilkan paparan radiasi ultraviolet dalam jumlah besar. Jika terpaksa bepergian, gunakan tabir surya dengan efektivitas tinggi, minimal SPF 45.
Apakah benar tabir surya bisa menangkis radiasi tersebut? Ya, tabir surya melindungi kulit dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Namun, saran Olckers dianggap berlebihan karena sebenarnya tak ada peningkatan radiasi berbahaya di permukaan Bumi ketika badai matahari berlangsung.
Ahli astronomi dari Stanford University Todd Hoeksema mengatakan, radiasi ultraviolet meningkat hingga ribuan kali lipat saat terjadi ledakan matahari. Namun, hitungan itu hanya terasa ketika manusia berada di luar angkasa. “Di permukaan Bumi, jumlah radiasi ultraviolet sama dengan kondisi normal,” ujar Hoeksema.
Manusia beruntung tinggal di Bumi yang memiliki atmosfer. Lapisan udara setebal 400 kilometer ini menahan limpahan sinar ultraviolet. Untuk melakukan hal itu, partikel di atmosfer harus memecah diri dan menyerap energi berbahaya tersebut. Menurut Hoeksema, perlindungan ini dilakukan pada ketinggain 120-160 kilometer di atas permukaan Bumi.
Namun, selalu ada kebocoran selama proses ini. Karenanya, terdapat tambahan radiasi ultraviolet di permukaan Bumi dan menjilat kulit manusia. Lagi-lagi ini bukan hal yang berbahaya. “Peningkatan radiasinya minimal,” kata dia.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa hujan radiasi ini terjadi hanya beberapa kali ketika matahari sangat aktif sekalipun.
Hoeksema mengatakan, bahaya sinar ultraviolet bersifat akumulatif. Karenanya, tidak terlalu penting jika peningkatan radiasi terjadi sesekali dalam waktu singkat.
Akumulasi sinar ultraviolet yang kelewat batas pada akhirnya menyebabkan mutasi genetik di kulit dan memicu kanker. “Masyarakat disarankan memakai tabir surya setiap saat,” ujar dia.
Tags: Badai, Matahari, Perlukah, Surya, Tabir
Posted in indonesia | Comments (0)